Awal Cerita
Pertumbuhan
Inklusif
Narasi pertumbuhan selalu identik dengan diri sendiri, hingga kita lupa ada pertumbuhan lainnya yang lebih esensi, yaitu kebersamaan dan keberlangsungan.
Berbagai tantangan komplek sosial dan ekonomi kita hari ini bermuara pada satu hal yaitu krisis keutuhan manusia. yaitu hilangnya pertumbuhan empati dan kesadaran. Ketidakseimbangan dunia berasal dari ketidakseimbangan manusianya.
Fokus pertumbuhan diri ada pada keterpisahan, berbasis kekurangan, dan bersifat material. Sedangkan kebersamaan dan keberlangsungan fokus pada keterikatan, berbasis keutuhan, yang bersifat esensial dan universal.
Untuk dapat melihatnya secara jernih dibutuhkan hadirnya kepekaan hati dan kesadaran yang tajam, bukan hanya isi kepala yang maunya serba praktis dan transaksional.
Berhenti pada ilusi pertumbuhan. Hari ini, menjadi baik dan ahli ibadah saja tidak lagi cukup. Klaim pribadi dan persepsi identitas belum mengubah apapun, tidak relevan dengan apa yang dibutuhkan dunia saat ini.
Beruntungnya, ditengah-tengah pemikiran dunia modern yang semakin egosentris dan pragmatis, masih ada orang-orang muda yang tidak tinggal diam dalam kenyamanan, mereka berpikiran luas dan mau menghidupkan hatinya dengan memperjuangkannya apa yang dibutuhkan di luar sana.
Yuni Shara:
Mendirikan dan mengelola PAUD Cahaya Permata Abadi di Batu, Jawa Timur, yang difokuskan untuk anak-anak kurang mampu dengan biaya sangat terjangkau.
Cinta Laura Kiehl:
Melalui Soekarseno Foundation, Cinta aktif membangun dan merenovasi sekolah-sekolah di kaki gunung Salak, Bogor, untuk anak-anak kurang mampu.
Dian Sastrowardoyo:
Mendirikan Yayasan Dian Sastrowardoyo yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan pendidikan, serta sering memberikan beasiswa.
Maudy Ayunda:
Dikenal peduli pada pendidikan anak-anak Indonesia, Maudy menginisiasi program Mentorship & Scholarship untuk mahasiswa S1 dan program Perempuan Inovasi.
Alena Wu:
Penyanyi ini mendirikan program sekolah gratis yang bernama Alena Sahabat Anak.
Nadine Chandrawinata:
Mendirikan sekolah peduli alam yang bertujuan mengajarkan kesadaran lingkungan.
Terjebak lingkungan sulit tumbuh
“Minimnya literasi membuat kita tidak sadar dan terjebak dalam lingkungan yang sulit untuk tumbuh. Bahkan dalam lingkup keluarga sekalipun tidak jarang justru yang ada saling menyakiti. Tak ada orang yang mengerti kecuali siapa yang lebih dahulu menyadarinya.
- Ryfk -
Disinilah peran pertumbuhan inklusif dibutuhkan
In a fast-paced, complex, and uncertain world, we are required to continue growing, adapting, and being agile, but abandoning our values is what is happening now, and it is a disaster.
KEP is a design method approach to developing creative and strategic thinking toward critical problem-solving capabilities to address today’s toughest challenges, and improve life for humanity to thrive and drive sustainable performance.
Building Capacity for Creative Thinking
Accelerating for challenges & Impacts
Transformation for Sustainable Investment
E-Book
The Weekly Clarity System
Dirancang untuk menyelesaikan tantangan manusia terberat saat ini dan membuka potensi manusia untuk mendorong kinerja yang berkelanjutan.
